Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Sehat. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2010

Empat Tes Kesehatan Sederhana

MELAKUKAN pemeriksaan kesehatan rutin merupakan salah satu cara tepat menjaga kesehatan. Cara ini membantu mendeteksi dini gangguan sehingga lebih mudah ditangani. Akan tetapi, Anda mungkin malas memeriksakan diri ke rumah sakit secara rutin. Jika demikian, berikut tujuh pemeriksaan sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

1. Lakukan tes pernapasan
Asma yang tidak ditangani merupakan pemicu 1,8 juta kunjungan ke ruang gawat darurat dan 4.000 kematian per tahunnya.

Asma bisa membuat Anda kesulitan berolahraga dan melakukan aktivitas sehari-hari. Tapi, hal ini seringkali diabaikan, terutama di kalangan orang dewasa. Studi terbaru dengan melibatkan lebih dari 4.000 lelaki dan perempuan menemukan bahwa 10 persen partisipan memiliki gejala asma yang tidak terdiagnosis. Para pakar menyatakan bahwa sekitar 10 persen orang berusia di atas 65 juga memiliki gangguan ini tanpa menyadarainya.

"Anda mengira mengalami gangguan pernapasan akibat penuaan. Tapi jangan diabaikan. Asma yang dibiarkan tanpa penanganan akan menyulitkan Anda bahkan bisa memicu kematian," tutur peneliti Paul Enright, MD, dari University of Arizona, seperti dikutip situs rd.com.

Pemeriksaan di rumah
Cobalah tanyakan pada diri Anda sendiri dua pertanyaan berikut (yang digunakan untuk mempelajari kesehatan pernapasan dari sekitar 27.000 partisipan dalam dua buah studi). Pertanyaan ini sederhana saja tapi bisa mengidentifikasi 90 persen gangguan asma.
1. Apakah Anda kadang-kadang terengah-engah?
2. Apakah Anda mengalami sesak napas saat berolahraga atau mengerjakan aktivitas lain?

Langkah berikutnya
Jika Anda menjawab 'iya' terhadap satu atau kedua pertanyaan di atas, terang Enright, mintalah dokter memeriksa Anda. Dokter bisa meresepkan inhaler asma untuk melihat efeknya. Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes lainnya untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan asma.

2. Baca telapak tangan
Kekurangan besi akan membuat Anda kelelahan dan mengurangi kekebalan tubuh. Anda bisa mengetahui kondisi tersebut dengan membaca telapak tangan.

Besi merupakan mineral sumber energi tubuh. Besi menarik oksigen dari setiap tarikan napas dan mengirim oksigen tersebut ke sel-sel di seluruh tubuh. Jika kekurangan besi, Anda bisa mengalami gangguan tulang, masalah konsentrasi, sesak napas dan detak jantung tidak teratur. Sayangnya, banyak orang yang keurangan besi tanpa menyadarinya.

"Diperkirakan 20 persen perempuan dan tiga persen laki-laki memiliki kadar besi rendah. Gangguan ini datang secara perlahan sehingga seringkali tidak disadari," terang Lloyd P. Van Winkle, MD, dari University of Texas Health Science Center di San Antonio.

Pemeriksaan di rumah
Bukalah dan lebarkan telapak tangan Anda. Apakah lipatan di telapak tangan Anda pucat?"Tidak perduli apa warna alami kulit Anda, kepucatan yang tidak biasa dari lipatan telapak tangan, atau warna pucat di gusi dan bagian dalam kelopak mata, merupakan pertanda adanya penurunan aliran darah di pembuluh darah kecil di dekat pemukaan kulit akibat rendahnya kadar besi," terang Van Winkle.

Langkah selanjutnya
Tanyalah dokter apakah Anda perlu melakukan tes hemoglobin atau tes hematokrit untuk mengukur kadar hemoglobin kaya besi dalam darah. Dokter juga sebaiknya memeriksa kadar sel-sel darah merah. Selain itu, tes serum feritin, untuk mengukur kadar protein yang membantu menyimpan besi, merupakan cara baik untuk melihat kekurangan besi.

3. Periksa denyut nadi
Gangguan ritme jantung merupakan pemicu dari 20 persen kasus stroke. Tes sederhana bisa membantu mencegah kondisi tersebut.

Di Amerika Serikat saja, gangguan irama detak jantung (flutters and crazy palpitations of atrial fibrillation/AFib) merupakan pemicu sekitar 140.000 kasus stroke per tahunnya. Sekitar 70 persen dari kasus tersebut fatal. Akan tetapi, sebagian besar bisa dihindari jika Anda menyadarai bahwa Anda mengalami gangguan irama jantung.

"AFib bukan hanya hilangnya detak jantung yang terjadi sekali-sekali. Anda memiliki irama jantung yang sangat tidak teratur," terang Eric Prystowsky, MD, direktur Clinical Electrophysiology Laboratory di St. Vincent Hospital, Indianapolis."Bilik jantung bagian atas hanya bergetar. Hal ini membuat darah menumpuk di jantung, sehingga memungkinkan terjadinya pengentalan darah. Saat satu detakan mendorong darah keluar, darah kental tersebut bisa bergerak langsung ke otak."

Pemeriksaan di rumah
Cobalah perhatikan irama denyut nadi (temukan dengan cara menempatkan satu jari di leher atau pergelangan) selama satu menit. Pada beberapa studi, tes ini menuntun dokter dalam menemukan lebih dari 90 persen kasus gangguan irama."Jika detakannya begitu tidak teratur sehingga Anda tidak bisa mengikutinya, cobalah rileks selama satu jam dan periksa lagi," terang Prystowsky."Jika masih belum teratur juga, berkonsultasilah dengan dokter."

Langkah selanjutnya
Setelah mendengarkan jantung Anda, dokter bisa menganjurkan elektrokardiogram, yang bisa memberikan gambaran rinci mengenai detak jantung Anda.

4. Tes diabetes dalam dua menit
Diabetes yang tidak terkontrol akan menggandakan risiko penyakit jantung dan mempersingkat angka harapan hidup sebanyak 10 hingga 15 tahun. Berikut cara yang bisa membantu Anda menghindari masalah ini.

Pemeriksaan di rumah
Lingkari jawaban Anda untuk pertanyaan-pertanyaan berikut, selanjutnya hitung poinnya.

• Berapa usia Anda? (Di bawah 40: 0 poin; 40-49: 1; 50-59: 2; 60 atau lebih tua: 3)
• Apakah Anda perempuan (0) atau laki-laki (1)?
• Apakah anggota keluarga Anda (orangtua, saudara lelaki, atau saudara perempuan) memiliki diabetes? (Tidak: 0; iya: 1)
• Apakah Anda menderita hipertensi atau sedang menggunakan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi? (Tidak:0;iya: 1)
• Apakah Anda kelebihan berat badan atau obesitas? (Berat badan normal: 0;kelebihan berat:1;obesitas:2;sangat obesitas:3)
• Apakah Anda aktif secara fisik? (Tidak:0;iya:-1)

Langkah selanjutnya
"Jika skor total Anda empat atau lebih, kemungkinan Anda mengalami pradiabetes," terang Heejung Bang, PhD, dari Weill Cornell Medical College."Jika lima atau lebih, Anda berisiko tinggi mengalami diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter untuk melakukan tes darah." (IK/OL-08)
sumber : Media Indonesia

Berzikir untuk Kesehatan Saraf


Berawal dari email masuk seorang kawan yang menurut saya lumayan buat ngisi postingan di blog he..he..
dengan niat ingin berbagi pengetahuan kepada orang lain, lalu saya copy and paste aja daripada repot-repot nulis. oke
semoga bermanfaat.

Judul Buku : Berzikir untuk Kesehatan Saraf
Penulis : dr. Arman Yurisaldi Saleh, MS, SpS
Penerbit : Zaman, Jakarta
Cetakan : Februari, 2010
Tebal Buku : 176 halaman
ISBN : 978-979-024-224-1
Selama ini, banyak muslim yang memahami zikir semata-mata sebagai ungkapan syukur atas limpahan anugerah yang diberikan Allah Swt. Padahal, zikir secara tidak langsung juga memiliki manfaat praktis bagi kesehatan, baik fisik maupun psikis. Ditinjau dari sudut pandang agama, zikir memiliki banyak manfaat, antara lain: menimbulkan kecintaan kepada Allah Swt, sebagai media untuk kembali kepada Allah Swt, mendekatkan diri kepada Allah Swt, meningkatkan derajat manusia di sisi Sang Pencipta, dan cahaya zikir akan selalu menyertai seseorang baik ketika hidup di dunia, di alam kubur, maupun kelak ketika ia berjalan melintasi shirat. Para Ilmuwan dan ahli kedokteran pun sejak lama tertarik untuk meneliti hubungan antara doa atau zikir dengan kesehatan fisik manusia. Mulai dari ilmuwan Han Jenny (1960) yang mengungkap pengaruh gelombang suara terhadap bentuk dan material sel hingga Fabien dan Grimal (1974) yang membuktikan, bacaan ayat-ayat Al-Qurâan mampu menghancurkan sel kanker setahap demi setahap. Pemahaman mengenai zikir yang tidak hanya ditinjau dari aspek agama, tetapi juga didukung oleh logika ilmiah kedokteran saraf modern (neuroscience) akan memperkuat dorongan untuk terus-menerus berzikir kepada Allah. Itulah yang coba diselami dan dibongkar dr. Arman Yurisaldi Saleh dalam buku Berzikir untuk Kesehatan Saraf ini. Sebab, pengalaman empiris penulis sebagai klinisi menemukan, beberapa pasien yang mengalami gangguan saraf akan membaik kondisinya setelah membiasakan zikir dengan mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallah dan kalimat istigfar astaghfirullah. Berdasarkan pengalaman empiris, pengamatan, dan studi literatur, penulis yang juga dokter spesialis saraf ini menyimpulkan adanya hubungan yang erat antara pelafalan huruf (makharij al-huruf) pada bacaan zikir dan tampilan klinis (kondisi fisik dan psikis) seseorang (hal. 50). Sebab, zikir yang berefek positif terhadap kesehatan tubuh adalah zikir yang dilafalkan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan ilmu tajwid. Dari kajian ilmu tajwid, penulis menemukan bahwa kalimat laa ilaaha illallah dan astaghfirullah mengandung rahasia yang luar biasa. Dalam laa ilaaha illallah terdapat huruf jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf lam, dan dalamastaghfirullah terdapat huruf ghayn, ra, dan dua buah lam sehingga ada empat huruf jahr yang harus dilafalkan keras. Akibatnya, udara yang keluar dari paru-paru melalui mulut lebih banyak dibandingkan dengan kalimat zikir yang lain, seperti subhanallah (dua huruf jahr), allahu akbar (tiga huruf jahr), dan alhamdulillah (dua huruf jahr) (hal. 60). Dengan demikian, berdasarkan ilmu tajwid, menzikirkan kedua kalimat ini akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara diembuskan keluar mulut, dibandingkan dengan kalimat yang sedikit mengandung huruf jahr. Efeknya, ketika seseorang melakukan zikir secara intens dan khusyuk seraya memahami artinya, pembuluh darah di otak akan membuat aliran karbondioksida yang keluar dari pernapasan menjadi lebih banyak. Kadar karbondioksida dalam otak pun akan turun secara teratur. Tubuh pun akan segera menunjukkan kemampuan refleks kompensasi. Apa yang diungkap penulis seputar rahasia laa ilaaha illallah dan astaghfirullah untuk menghilangkan nyeri serta menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf tersebut, didasarkan pada referensi khazanah keislaman yang disinergikan dengan kajian neurosains. Penulis mengungkap rahasia dua kalimat thayyibah tersebut dari beragam hadits dan mencari titik temunya dengan ilmu kedokteran saraf kontemporer. Didukung oleh kutipan ayat-ayat Al-Qurâan, hadits, lampiran ilmu tajwid, serta 66 buah ilustrasi, tidak diragukan lagi jika rahasia laa ilaaha illallah dan astaghfirullah yang diungkap oleh penulis dalam buku ini laik dijadikan sebagai buku pegangan untuk dibaca, lalu dipraktekkan.
N.B.: Penulis bisa dijumpai di alamat blog: http://armanyurisaldi.blogspot.com